Gangguan autisme dapat diderita oleh kalangan bawah, menengah, maupun atas dengan jumlah kasus yang meningkat setiap tahun. Pendidikan sekolah luar biasa di Surabaya belum memperhatikan kemampuan sensorik individu autistik dan hanya berupa rumah tinggal atau ruko dengan fasilitas seadanya. Keterbatasan arsitektural di lingkungan dapat memengaruhi kondisi psikologis anak autis. Perlu disediakan rancangan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku sensory design yang fokus pada kemampuan sensoriknya. Digunakan metode force-based frame work sebagai respon desain perilaku anak autis. Perancangan ini terintegrasi dengan fasilitas pendidikan, daycare, terapi, taman sensoris, parental education dan integrated communities. Integrated Autism Child Care membentuk lingkungan yang aman dan dapat mengasah kemampuan sensoris individu autistik sehingga mereka mampu mengembangkan bakat dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Copyrights © 2024