Banyuwangi adalah daerah yang mempunyai ragam seni dan budaya, hal ini menjadikan minat wisatawan mancanegara terhadap budaya Banyuwangi sangat tinggi, maka dari itu pentingnya untuk melestarikan dan memanfaatkan budaya Banyuwangi. Namun, saat ini minat generasi muda terhadap budaya menurun, hal ini dikarenakan dampak krisis budaya yang semakin membahayakan kelestarian budaya. Dengan kondisi seperti saat ini, diperlukan langkah proaktif untuk menjaga warisan budaya Banyuwangi. Salah satu langkah penting untuk mengatasi krisis budaya serta memberi ruang bagi pelestarian warisan budaya ini untuk tetap lestari adalah dengan merancang pusat budaya dengan pendekatan "Extending Tradition". Perancangan pusat budaya ini didasarkan pada konsep rumah Osing dan unsur dari seni tari Gandrung. Konsep ini mengimplementasikan ciri khas rumah adat Osing seperti tata ruang dan bentuk atap rumah Osing. Oleh karena itu, perancangan ini menggunakan metode Concept Based dari Plowright. Metode ini melibatkan proses source domain sumber terhadap kualitas elemen arsitektur tangible rumah Osing dan elemen intangible seni tari Gandrung. Pusat budaya ini akan menjadi tempat bagi pengunjung untuk menikmati seni terpadu yang setiap elemennya saling melengkapi dan memperkuat pesan budaya yang disampaikan.
Copyrights © 2024