Permasalahan penggunaan energy listrik secara berlebih di Indonesia semakin meningkat. Hal ini diikuti dengan bertambanhnya jumlah pusat perbelanjaan yang menggunakan Air Conditioner (AC) dan pencahayaan buatan, serta menjadikan kota tersebut menjadi kota yang lebih maju. Untuk itu, perlu rancangan Eco Green Mall yang menerapkan arsitekur hijau dengan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan desain yang ramah lingkungan. Metode perancangan yang digunakan adalah metode force-based, bentuk yang mengikuti fungsi (form follow function) dengan pendekatan tema arsitektur hijau yang memiliki prinsip Conversing Energy, Working with Climate Respect for Site, Respect for user, Reuse and Reduce Material, Appropriate Technology, sehingga menghasilkan sebuah rancangan yang terbuka pada kedua sisi gedung tanpa menggunakan dinding di area retail, dan berhasil menyelesaikan permasalahan pencahayaan dan penghawaan alami terutama di bagian sirkulasi pengguna dengan rancangan yang terbuka.
Copyrights © 2024