Berawal dari keresahan bahwa agama Islam ini dilihat hanya dari kulitnya saja, sehingga kedalaman berfikir dan nilai-nilai yang ada didalamnya menjadi biasa-biasa saja dan bahkan mendapat citra buruk dari masyarakat hanya karena seorang muslim tidak tahu menahu mengenai nilai-nilai didalamnya. Fenomena ini jika dibiarkan saja akan menambah ketakutan pada agama Islam itu sendiri, sehingga kata Muhammad Asad mereka-mereka dalam keadaan tersesat karena kesalah pahaman atas nilai-nilai keIslaman yang menjadikan mereka tersesat dan enggan mencari kebenaran atasnya. Sebagai contoh adalah perihal penafsiran Qur’an yang hari ini seakan-akan semua orang berhak menjadi penafsir dan hasil tafsirannya juga setara dengan para mufassir abad pertengahan semisal Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah. Yang pada taraf mengclam bahwa penafsiran para mufasir itu sudah kuno dan ketinggalan zaman. Ini adalah kasus mendasar, bahwa penghormatan atas ilmu pengetahuan dan adab kepada yang tua menjadi nir hingga berani menghina dan menjelekkan karya bahkan sampai ke dalam pribadinya. Penelitian bermaksud untuk untuk membumikan kembali nilai-nilai Islam, dalam ranah mahasiswa yang tidak lain dan bukan dimasa depan akan menjadi corong-corong peradaban
Copyrights © 2024