Cyber crime telah menjadi ancaman signifikan di era digital, terutama bagi anak-anak usia sekolah menengah pertama yang rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan daring, seperti perundungan siber, penipuan, dan eksploitasi. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan solusi terkait pencegahan dan penanggulangan cybercrime di kalangan siswa MTs Daarul Khoir Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan melibatkan edukasi interaktif, pelatihan literasi digital, dan simulasi penanganan insiden cybercrime. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan digital yang aman. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap ancaman cybercrime dan kemampuan mereka dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti penggunaan internet secara bijak dan pelaporan tindakan mencurigakan. Program ini diharapkan dapat menjadi model implementasi edukasi digital yang efektif di sekolah lain untuk melindungi generasi muda dari bahaya dunia maya.
Copyrights © 2025