Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang dapat disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan dapat diterapi dengan menggunakan obat antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan potensi peningkatan kejadian bakteri yang resisten terhadap antibiotik dan dapat meningkatkan biaya perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya penggunaan antibiotik pada pengobatan pasien demam tifoid di Klinik Pratama Gumilang Larasati Sragen tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu mengambil data secara retrospektif melalui data rekam medis yang berisi data seluruh pasien demam tifoid tahun 2022 yaitu sebanyak 96 rekam medis. Metode analisis biaya yang digunakan adalah Cost Effectiveness Analysis (CEA) dan metode Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) untuk menganalisis terapi pengobatan demam tifoid yang paling cost effective. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan terapi pasien demam tifoid di Klinik Pratama Gumilang Larasati Sragen tahun 2022 menggunakan terapi antibiotik injeksi cefotaxime dengan nilai ACER Rp. 18.513, injeksi ceftriaxone dengan nilai ACER Rp. 21.306 dan infus levofloxacin dengan nilai ACER Rp. 32.446. Kesimpulan dari penelitian ini adalah obat yang dinilai paling cost effective adalah penggunaan antibiotik injeksi cefotaxime dengan nilai ACER Rp. 18.513.
Copyrights © 2024