Pelayanan kesehatan diharuskan memberikan pengobatan yang rasional. Penggunaan obat menjadi penting karena merupakan bagian dari pengelolaan obat yang menunjukan efisensi dan efektifitas pelayanan kesehatan. Diyakini bahwa obat yang diresepkan dan diberikan secara tidak tepat sehingga menghambat tujuan dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peresepan rawat jalan RSD Kota Tidore Kepulauan sesuai dengan standar indikator WHO tentang penggunaan obat yang rasional. Dengan sumber data retrospektif, penelitian ini menggunakan 660 lembar resep pasien rawat jalan antara bulan januari hingga desember 2022 sebagai sampel untuk dianalisa. Hasil pengukuran indikator peresepan menunjukan terdapat 3,16 item rata-rata per lembar resep, persentase 70,25% obat yang diresepkan dengan nama generik dan persentase 62,38% resep yang termasuk dalam daftar obat esensial. Hasil ini belum sesuai standar indikator peresepan, sedangkan, 8,73% resep antibiotik dan 3,60% resep sediaan injeksi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa peresepan rawat jalan RSD Kota Tidore belum mencapai peresepan yang rasional. Dengan kepatuhan peresepan obat yang rasional, dapat menjamin penggunaan obat yang tepat dan meningkatkan efisensi dan efektifitas pengobatan.
Copyrights © 2024