Artikel ini membahas peran penting integrasi antara logika dan etika dalam menghadapi dilema moral yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Penalaran logis digunakan untuk mendekonstruksi dilema moral menjadi argumen yang sistematis, dapat diukur, dan dapat diprediksi. Dengan pendekatan logis, individu dapat menganalisis konsekuensi dari berbagai tindakan dan membuat keputusan yang lebih rasional serta bertanggung jawab. Selain itu, empati memainkan peran penting dalam memperkaya perspektif etis, memungkinkan keputusan moral yang lebih adil dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif melalui studi kasus dan wawancara untuk memahami penerapan logika dalam pengambilan keputusan etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan logika dan penalaran kritis perlu dikembangkan untuk mempersiapkan generasi mendatang dalam menghadapi tantangan moralitas dan kompleksitas sosial. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi logika dan etika memberikan kerangka kerja yang kuat bagi individu dan masyarakat untuk mengatasi dilema moral dengan lebih konstruktif.
Copyrights © 2024