Penelitian ini ditujukan untuk (1) Mengetahui mana yang berdampak lebih baik antara model pembelajaran M-APOS atau model pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. (2) Mengetahui mana yang berdampak lebih baik antara model pembelajaran M-APOS atau model pembelajaran langsung terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Jenis penelitian Quasi Experimental Design dengan menggunakan Posttest-Only Control Design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terpilih adalah VII G sebagai kelas kontrol dengan model langsung dan kelas VII H sebagai kelas eksperimen dengan model M-APOS dalam belajar. Instrumen yang dipakai untuk menghimpun data adalah observasi dan tes. Berdasarkan hasil pengujian keduanya dapat diberikan simpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Model M-APOS terbukti berdampak lebih baik dan berpengaruh daripada model pembelajaran langsung terhadap kemampuan memecahkan masalah maupun mengkomunikasikan matematika siswa Kelas VII pada materi penyajian data di SMP N 1 Kaliwungu Kudus.
Copyrights © 2024