Keberhasilan kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh tugas mereka. Lisensi, yang menunjukkan profesionalisme kepemimpinan sekolah, merupakan komponen pendukung utama. Namun, beberapa sekolah, terutama di daerah terpencil, masih mempekerjakan guru yang tidak memiliki lisensi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan lisensi kepala sekolah berdampak pada kinerja dan status kepala sekolah non-lisensi di Kecamatan Muara Ancalong. Dalam penelitian ini, metodologi kualitatif digunakan, dan studi kasus dilakukan pada beberapa sekolah yang terletak di wilayah gugus 1 dan 2. Selain observasi lapangan dan wawancara menyeluruh dengan delapan kepala sekolah non-lisensi, data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan lisensi kepala sekolah mempengaruhi banyak hal, seperti: ketidakpastian tentang status jabatan, yang dialami
Copyrights © 2024