Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit pernafasan kronis merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai tujuan dari Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Upaya pencapaian target ini memerlukan Pendidikan promosi Kesehatan yang intensif dan berkelanjutan di berbagai lapisan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian PTM melalui Pendidikan promosi Kesehatan. Pendidikan Promosi Kesehatan dapat berperan penting dalam mendorong penguatan kebijakan Kesehatan dan menciptakan lingkungan yang mendukung hidup sehat. PTM tidak hanya menyebabkan kematian dini tetapi juga berdampak besar pada ekonomi, baik bagi individu maupun negara. Pengendalian PTM dapat mengurangi biaya perawatan Kesehatan dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Banyak PTM dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup yang sederhana namun efektif. Pendidikan promosi Kesehatan memberikan informasi dan alat yang diperlukan bagi individu untuk menghindari faktor risiko yang terkait dengan PTM. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode yang komprehensif mencakup identifikasi kebutuhan, pengembangan materi edukasi, evaluasi dan pemantauan. Melalui program yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan dapat mengurangi prevalensi PTM di masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup individu. Selanjutnya upaya deteksi dini, promosi dan preventif harus terus dilakukan, antara lain dengan pelaksanaan posyandu lansia yang teridentifikasi memiliki PTM khususnya hipertensi harus mendapatkan penatalaksanaan yang tepat. Secara keseluruhan, beberapa masalah yang muncul dalam upaya promosi kesehatan PTM ini mencakup beberapa elemen, seperti kurangnya dukungan terhadap program penanggulangan PTM, keterbatasan dalam media dan metode pendidikan, dan kurangnya akses ke layanan PTM.
Copyrights © 2024