Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya lokasi wisata religi belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas untuk kaum difabel. Fasilitas fisik seperti ramp dan toilet ramah difabel umumnya tersedia tetapi seringkali dalam kondisi yang kurang memadai atau tidak dirawat dengan baik. Serta Ketersediaan alat bantu seperti kursi roda dan panduan dalam format yang dapat diakses sangat bervariasi, dan beberapa lokasi tidak menyediakan layanan tersebut sama sekali. Fasilitas wisata religi harus inklusif dan aksesibel untuk semua pengunjung, termasuk kaum difabel. Kelayakan fasilitas ini penting untuk memastikan bahwa semua orang, terlepas dari kemampuan fisik atau sensorik mereka, dapat menikmati pengalaman spiritual dan budaya yang ditawarkan oleh lokasi wisata religi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melalui pengamatan, wawancara, dan pemanfaatan atau penelaahan dokumen. Secara sistematis dengan mengangkat data yang ada dilapangan. Dengan Tujuan menganalisis Kelayakan Fasilitas Religi Bagi Kaum Difabel Pada Wisata Religi Pesarean Syaikhona Kholil Bangkalan Menurut Tinjauan Maslahah.
Copyrights © 2024