Penelitian ini mengeksplorasi prospek teknologi IP Multicast (IPTV) dibandingkan dengan IP Unicast (OTT) dalam distribusi konten TV di era digital. Seiring dengan meningkatnya adopsi layanan OTT, di mana pengguna dapat mengakses konten TV secara on-demand melalui internet, IP Multicast tetap memainkan peran penting dalam skenario tertentu, terutama dalam penyiaran langsung (live broadcasting) yang menuntut stabilitas dan latensi rendah. Dalam penelitian ini, Metode grounded theory digunakan untuk menganalisis wawancara mendalam dengan pakar dari berbagai bidang terkait, seperti infrastruktur jaringan, perilaku pengguna, dan investasi teknologi. Berdasarkan data verbatim dari 5 pakar yang diwawancara diperoleh koding awal sebanyak 15 frekuensi yang kami grouping menjadi 5 kategori. Berdasarkan kategori-kategori tersebut dua tema utama muncul, yaitu: teknologi delivery video tergantung pada konteks kebutuhan serta pertimbangan biaya dan investasi sebagai faktor penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tren penggunaan OTT video streaming semakin populer dengan menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi dan skalabilitas yang lebih besar, namun IP Multicast tetap memiliki prospek dalam skenario yang membutuhkan stabilitas kualitas dan latensi rendah, seperti siaran langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pilihan teknologi yang optimal untuk delivery channel sangat bergantung pada sejumlah faktor, seperti efisiensi biaya operasional dan kapasitas investasi, preferensi kebutuhan pengguna akhir, fleksibilitas dan skalabilitas teknologi, serta dinamika pemasaran dan penetrasi pasar.
Copyrights © 2024