Penelitian ini membahas perbandingan pendidikan anak usia dini (PAUD) antara Indonesia dan Belanda, dengan fokus pada kurikulum, metode pembelajaran, peran pemerintah, dan kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, kurikulum PAUD diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan lebih terfokus pada pengembangan karakter serta keterampilan dasar. Sebaliknya, Belanda menerapkan kurikulum yang lebih fleksibel, yaitu VVE, yang menekankan pada pengembangan bahasa, kreativitas, dan interaksi sosial. Metode pembelajaran di Indonesia cenderung terstruktur dan berorientasi pada pengajaran langsung, sedangkan di Belanda lebih berpusat pada anak dan eksplorasi melalui permainan. Peran pemerintah di kedua negara juga berbeda; Indonesia memiliki pendekatan yang lebih terpusat, sementara Belanda memberikan otonomi lebih kepada lembaga pendidikan. Kualitas sumber daya manusia di sektor PAUD di Indonesia masih menghadapi tantangan, dengan banyak pendidik yang kurang terlatih, sedangkan di Belanda, pendidik diwajibkan memiliki kualifikasi yang lebih tinggi dan pelatihan berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kedua negara memiliki tujuan yang sama dalam mendukung perkembangan anak, pendekatan dan implementasinya sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan kebijakan pendidikan masing-masing negara.
Copyrights © 2024