Penelitian ini membahas bagaimana iklan televisi, khususnya iklan produk rumah tangga, merepresentasikan peran gender dalam masyarakat dan bagaimana wacana feminisme diimplementasikan atau justru diabaikan dalam representasi tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, iklan memainkan peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap peran perempuan dan laki-laki. Dengan menggunakan metode semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengeksplorasi makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam iklan televisi. Analisis dilakukan terhadap lima iklan produk rumah tangga yang dipilih secara purposif berdasarkan tingkat popularitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar iklan masih mempertahankan stereotip gender tradisional dengan menempatkan perempuan sebagai tokoh utama dalam konteks domestik. Sementara itu, laki-laki lebih sering direpresentasikan sebagai figur otoritas atau pelengkap. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun gerakan feminisme telah memengaruhi beberapa narasi dalam media, implementasinya dalam iklan masih sangat terbatas. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi produsen iklan untuk lebih peka terhadap isu gender dan mendukung perubahan sosial melalui representasi yang inklusif.
Copyrights © 2024