Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki peran signifikan dalam meningkatkan perekonomian daerah maupun nasional. IKM terbukti berperan penting dalam mengatasi dampak krisis ekonomi, seperti yang terlihat pada pandemi Covid-19. Namun, di lapangan, banyak IKM yang mengalami kesulitan dalam memenuhi standar produksi, perizinan, hingga pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendampingan Klinik IKM melalui program Satrya Emas di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Pendampingan ini berfokus pada IKM yang masih dalam tahap perintisan di daerah dataran tinggi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44 IKM aktif yang didampingi, terdiri dari 27 IKM Makanan, 3 IKM Kopi, 6 IKM Jamu Tradisional, 8 IKM Sari Buah, dan 1 IKM Kerajinan. Dampak pendampingan ini dirasakan langsung oleh para pelaku IKM, terutama dalam meningkatkan kualitas produk, perizinan, dan akses pasar. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui optimalisasi peran IKM, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi regional secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024