Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KENAIKAN TARIF PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) 12%: ANALISIS DAMPAKNYA TERHADAP APBN DAN PEREKONOMIAN INDONESIA Achmad Denny Hermawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1202

Abstract

Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% merupakan bagian dari upaya reformasi pajak untuk meningkatkan penerimaan negara dan mengurangi defisit anggaran. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mendukung keberlanjutan pembangunan nasional. Namun, kenaikan PPN juga menimbulkan tantangan signifikan, seperti potensi dampak negatif terhadap konsumsi masyarakat, peningkatan inflasi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan tersebut melalui kajian literatur dan analisis data sekunder dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun kenaikan PPN mampu meningkatkan pendapatan negara, kebijakan ini memiliki implikasi sosial-ekonomi yang perlu dikelola secara hati-hati. Dampak paling signifikan dirasakan oleh kelompok masyarakat berpendapatan rendah, sehingga diperlukan strategi mitigasi yang efektif untuk menjaga daya beli mereka dan meminimalkan risiko terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
IMPLEMENTASI KLINIK INDUSTRI KECIL MENENGAH DI DATARAN TINGGI MELALUI PROGRAM PEMERINTAH DAERAH SATRYA EMAS Achmad Denny Hermawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1392

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki peran signifikan dalam meningkatkan perekonomian daerah maupun nasional. IKM terbukti berperan penting dalam mengatasi dampak krisis ekonomi, seperti yang terlihat pada pandemi Covid-19. Namun, di lapangan, banyak IKM yang mengalami kesulitan dalam memenuhi standar produksi, perizinan, hingga pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendampingan Klinik IKM melalui program Satrya Emas di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Pendampingan ini berfokus pada IKM yang masih dalam tahap perintisan di daerah dataran tinggi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44 IKM aktif yang didampingi, terdiri dari 27 IKM Makanan, 3 IKM Kopi, 6 IKM Jamu Tradisional, 8 IKM Sari Buah, dan 1 IKM Kerajinan. Dampak pendampingan ini dirasakan langsung oleh para pelaku IKM, terutama dalam meningkatkan kualitas produk, perizinan, dan akses pasar. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui optimalisasi peran IKM, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi regional secara berkelanjutan.