Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena reduplikasi dalam Bahasa Madura berdasarkan buku Sekkar Anom 1. Reduplikasi, yang melibatkan pengulangan kata secara penuh atau sebagian, memiliki fungsi penting dalam pembentukan makna gramatikal dan leksikal Bahasa Madura. Dalam penelitian ini, ditemukan tiga bentuk utama reduplikasi: reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, dan reduplikasi sebagian berafiks. Reduplikasi penuh sering digunakan untuk menegaskan makna atau menunjukkan pluralitas, seperti pada kata "tolèsan-tolèsan" yang berarti berbagai tulisan. Reduplikasi sebagian memberikan penekanan atau variasi makna, contohnya "bhu'-ebhu'” untuk menyatakan jamak, sementara reduplikasi sebagian berafiks menggabungkan pengulangan kata dengan afiksasi, menciptakan nuansa makna baru, seperti "èn-laènna" untuk menunjukkan keberagaman. Analisis fungsi dan makna menunjukkan bahwa reduplikasi dalam Bahasa Madura tidak hanya berfungsi secara gramatikal tetapi juga pragmatis, memberikan penekanan, intensitas, atau menyampaikan nuansa budaya lokal. Buku Sekkar Anom 1 berperan penting dalam mendokumentasikan dan mempromosikan keunikan bahasa ini kepada generasi muda, sekaligus sebagai langkah strategis pelestarian budaya di tengah tantangan globalisasi. Metode penelitian deskriptif kualitatif diterapkan dengan teknik pengumpulan data berbasis simak. Analisis data mencakup identifikasi pola, bentuk, dan konteks reduplikasi, serta penafsiran fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi berperan sebagai alat pembentukan kata yang memperkaya variasi linguistik. Selain itu, reduplikasi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Madura, seperti penghormatan, kesopanan, dan intensitas emosi. Studi ini menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Madura melalui dokumentasi dan kajian literatur, seperti yang ditemukan dalam buku Sekkar Anom 1, sangat penting untuk menjaga identitas budaya di era modern. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kajian linguistik lebih lanjut dan mendukung upaya pelestarian bahasa daerah sebagai warisan budaya nasional.
Copyrights © 2025