Pemakaian kontrasepsi di Indonesia masih didominasi oleh metode kontrasepsi jangka pendek. Jenis metode jangka pendek yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu pil dan suntik. Hanya seperempat peserta KB yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) (BKKBN, 2021).Dominasi penggunaan kontrasepsi jangka pendek menyebabkan angka putus pemakaian kontrasepsi menjadi tinggi. Angka putus penggunaan kontrasepsi jangka pendek mencapai 34%. Angka putus pemakaian kontrasepsi yang tinggi tersebut dapat mengurangi efektivitas perlindungan kontrasepsi terhadap kehamilan berisiko (BKKBN, 2021). Berdasarkan data BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu kota di Indonesia yang mempunyai angka unmet need yakni mencapai 7,50%. Dari data BKKBN Provinsi NTT juga didapatkan data akseptor baru pemakai kontrasepsi jangka panjang untuk IUD tahun 2020 relatif masih sedikit, dikarenakan pengetahuan mengenai indikasi dan kontraindikasi Pemasangan IUD masih awam di Masyarakat. Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu wanita usia subur pada khususnya mengenai penggunaan KB Jangka Panjang yakni IUD sebagai pilihan kontrasepsinya. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah konseling dan pemasangan Implant dan IUD. Kesimpulan terdapat perubahan pengetahuan dan kesadaran pasangan usia subur dengan menjadi akseptor KB MKJP pada 104 akseptor.
Copyrights © 2024