Penelitian ini menganalisis strategi manajemen krisis yang diterapkan di pesantren Indonesia selama pandemi COVID-19. Pandemi ini menimbulkan tantangan signifikan bagi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis asrama, yang perlu menjaga kesehatan santri dan keberlanjutan pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menggali strategi preventif, responsif, dan pemulihan yang diterapkan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi preventif, seperti pembatasan akses masuk dan penerapan protokol kesehatan ketat, efektif dalam mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Strategi responsif mencakup karantina terisolasi untuk santri yang terinfeksi serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat, yang memperkuat respons pesantren terhadap kasus COVID-19. Selain itu, strategi pemulihan melalui pembelajaran daring dan hybrid, serta dukungan psikososial bagi santri dan staf, berkontribusi pada keberlanjutan pendidikan dan kesejahteraan mental warga pesantren. Tantangan utama dalam implementasi strategi ini meliputi keterbatasan sumber daya dan infrastruktur teknologi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen krisis di pendidikan Islam dengan menawarkan wawasan praktis untuk meningkatkan ketahanan pesantren dalam menghadapi krisis di masa depan.
Copyrights © 2023