Minyak tandusan, produk unggulan berbasis kearifan lokal dari Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat setempat. Minyak ini terbuat dari kelapa lokal dengan aroma khas dan berbagai manfaat kesehatan, seperti perawatan kulit dan rambut. Namun, produksi minyak tandusan masih mengandalkan metode tradisional yang kurang efisien, sehingga membatasi potensi pasar yang lebih luas. Selain itu, penerapan teknologi dalam proses produksi dan pemasaran masih sangat terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui penerapan inovasi teknologi pada proses produksi dan pemasaran minyak tandusan.Metode kegiatan meliputi pelatihan pemasaran digital, seperti pemanfaatan media sosial, pembuatan website, dan penggunaan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Peserta kegiatan sebanyak 20 orang dengan memberdayakan Orang dengan HIV (ODHIV) yang bekerja dalam produksi minyak tandusan. Program ini juga melalui pelatihan keterampilan baru, memberikan peluang ekonomi yang lebih baik, dan mendorong integrasi sosial mereka. Kegiatan ini dimulai dengan tahap persiapan, meliputi survei kebutuhan masyarakat, koordinasi dengan kelompok usaha, dan penyusunan modul pelatihan. Pelaksanaan program terdiri dari penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung dalam penerapan teknologi produksi dan pemasaran. Evaluasi dilakukan dengan cara menilai peningkatan produktivitas, kemampuan pemasaran digital peserta, serta perluasan jangkauan pasar minyak tandusan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi, profesionalisme industri, serta daya saing produk di pasar yang lebih luas. Dengan penerapan teknologi berbasis ekonomi digital, diharapkan usaha minyak tandusan dapat berkembang secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Baluk.
Copyrights © 2024