Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan dan nilai tambah dari industri kerupuk ikan tenggiri (Scomberomorus commersoni). Metode survei dilakukan dengan wawancara terhadap 10 pemilik usaha pengolahan kerupuk ikan. Data dianalisis menggunakan metode investasi, pendapatan, keuntungan, dan nilai tambah. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan bulanan tertinggi tercatat pada bulan Agustus (Rp 25.200.000) karena peningkatan musim tangkapan ikan, sementara bulan Mei hingga September memiliki pendapatan rata-rata lebih tinggi. Total pendapatan bruto tahunan mencapai Rp 250.800.000, dengan biaya tetap sebesar Rp 5.793.381 yang mencakup penyusutan dan perawatan. Laba bersih diperoleh sebesar Rp 119.116.619 dari pengurangan total biaya terhadap pendapatan. Berdasarkan kriteria bisnis, usaha ini tergolong menguntungkan karena total penerimaan (TR) lebih besar daripada total biaya (TC). Nilai tambah dari kerupuk ikan tenggiri ini mencapai Rp 225.900 per kilogram, dihitung dari nilai output dikurangi biaya bahan baku dan input lainnya, dengan persentase nilai tambah dari perbandingan nilai tambah terhadap output total.
Copyrights © 2024