Pada saat ini telah berkembang istilah “eco – industrial zone”, dimana pada kawasan ini terdiri dari kumpulan – kumpulan industri yang memiliki integrasi sehingga dampak lingkungan yang muncul dapat direduksi seminimal mungkin. Eco – industrial zone memungkinkan terjadinya pertukaran massa dan energi dari satu industri ke industri yang lain. Hal ini dapat memberikan manfaat berupa pengurangan input yang masuk kedalam wilayah eco – industrial zone dan juga dapat mengurangi dampak lingkungan yang muncul dalam suatu kawasan industri. Pertukaran massa dan energi pada kawasan eco – industrial dapat dikaji dengan menggunakan MFA (material flow analysis). Hasil kajian analisis konsep kawasan eco – industri berbasis industri nanas kaleng PT GGPC (Great Giant Pineapple Company) menggunakan metode MFA menunjukkan bahwa adanya potensi pembangunan sebuah kawasan eco – industri dengan basis industri pengalengan nanas pada PT GGPC (Great Giant Pineapple Company) sebagai salah satu penyedia bahan baku dan PLN sebagai sumber utama penyedia listrik. Beberapa industri yang dapat dikembangkan dalam kawasan tersebut meliputi peternakan, RPH, industri kulit samak, industri gelatin dan industri olahan daging. Konsep kawasan eco – industri ini masih perlu dikembangkan untuk mengurangi limbah yang terbentuk seminimal mungkin.
Copyrights © 2024