Pelabuhan Penyeberangan Lintasan Bakauheni - Merak memiliki peranan krusial dalam menghubungkan dua pulau besar di Indonesia yaitu, Sumatera dan Jawa. Kapal-kapal yang beroperasi di pelabuhan ini seringkali menghadapi risiko pencemaran lingkungan. Berdasarkan kondisi dipelabuhan ditemukan masih banyaknya sampah yang mengapung di perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dan prosedur pengumpulan sampah di atas kapal. Metode yang digunakan dalam menganalis adalah gap analisis dimana peneliti membandingkan kondisi sebenarnya dipelabuhan dengan kondisi yang diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kondisi di KMP. Portlink V sudah menerapkan semua aturan yang di tetapkan oleh pihak PT. ASDP Ferry Indonesia ( Persero ) Cabang Bakauheni maupun Marrine Pollution (MARPOL) Lampiran V Peraturan Tentang Pencegahan Pencemaran yang di akibatkan oleh sampah dari kapal
Copyrights © 2024