Penelitian dilakukan di DKI Jakarta khususnya di Kelurahan Tanah Tinggi Jakarta Pusat dikarenakan masih banyak kawasan permukiman kumuh dengan kondisi fisik hunian yang tidak layak huni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui backlog perumahan di Kelurahan Tanah Tinggi Jakarta Pusat dan menentukan potensi program pengembangan perumahan dan permukiman. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan backlog kepenghunian sebanyak 6.069 KK dan backlog kepenghunian dengan rasio luas bangunan < 9 m2 sebesar 3.553 KK. Pada backlog kepemilikan diperoleh sebanyak 4.325 KK dan backlog kepemilikan dengan rasio luas bangunan < 9 m2 sebesar 3.929 KK. Rekomendasi potensi program berdasarkan Segmentasi Ketahanan Konstruksi untuk rumah tinggal milik sendiri yang perlu penanganan yaitu program Konsolidasi Tanah Vertikah, Rusunami, Peremajaan, dan pemugaran. Untuk rumah tinggal kontrak/ sewa dan bukan milik sendiri yaitu program rusunami dan rusunawa. Berdasarkan Segmentasi Akses Air Minum program yang diberikan adalah perbaikan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Segmentasi Akses Sanitasi program yang diberikan adalah penyediaan akses sanitasi seperti fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), serta penyediaan Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL).
Copyrights © 2024