Hardscape adalah salah satu elemen penting dari disiplin ilmu lanskap dengan berbasis pada tapak. Dalam penelitian ini, penerapan green building di JIS mengangkat kriteria tepat guna lahan yang berkaitan secara langsung dengan lanskap, yaitu hardscape. Salah satu penilaian yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk rancang bangun berwawasan lingkungan adalah kriteria tepat guna lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana penerapan green building pada hardscape di JIS dalam mendukung nilai dari kriteria tepat guna lahan sehingga juga dapat dipergunakan sebagai referensi dalam merancang hingga acuan menilai bangunan. Metode yang dipergunakan adalah studi kasus dan literature review untuk menganalisis bangunan dengan mengkaji ulang poin dan tolok ukur yang telah diperoleh dari penilaian tim GBCI. Teknik penelitian ini secara langsung turun ke lapang dengan cara observasi dan wawancara untuk menghasilkan data primer sehingga memperoleh kesesuaian dengan parameter GBCI khususnya hardscape. Hasil menunjukkan lanskap JIS memiliki konsep green building sehingga menciptakan lingkungan dengan iklim mikro yang mampu mengurangi efek urban heat island karena menggunakan material beton dan batu andesit dengan warna abu-abu sehingga nilai albedo adalah 0,40 dan 0,47. Berkaitan dengan hardscape adalah manajemen air limpasan hujan karena JIS menerapkan konsep zero run-off yang didukung oleh teknologi row water tank. Penggunaan material beton untuk perkerasan jalan memiliki daya tahan terhadap pergerakan tanah karena sifatnya mengikat tanah dapat mencegah luapan air pada permukaan jalan sehingga air limpasan hujan secara langsung dapat terserap dengan tepat dan cepat.
Copyrights © 2024