Depok memiliki sejarah yang erat hubungannya dengan era kolonial Belanda. Kawasan kota lama Depok berada di sepanjang Jalan Pemuda Depok. Di kawasan tersebut saat ini berkembang menjadi permukiman yang padat walaupun masih terdapat bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran bangunan kolonial yang ada, bangunan kolonial yang dianggap penting, perubahan fungsi dan fisik bangunan, dan kontribusinya saat ini terhadap upaya konservasi di kota lama Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pencarian data dilakukan dengan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan nara sumber sejarah di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan masih ada 14 bangunan kolonial yang tersebar di sepanjang Jalan Pemuda dengan 4 bangunan penting yaitu Rumah Presiden Depok, Rumah Sakit Harapan, GPIB Immanuel Depok, dan Bangunan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC). Dari 14 bangunan di sepanjang Jalan Pemuda Depok terdapat 8 bangunan yang mengalami perubahan fungsi dan 6 bangunan tidak mengalami perubahan fungsi. Dari segi fisik bangunan terdapat 9 bangunan yang mengalami perubahan fisik dan 5 bangunan yang tidak berubah. Eksistensi bangunan-bangunan kolonial tersebut masih memberikan kontribusi dalam menciptakan kawasan konservasi kota lama Depok. Walaupun demikian, bila tidak ada upaya yang serius dalam regulasi dan penataan lingkungan kawasan konservasi maka pesatnya pertumbuhan permukiman akan merusak aset-aset sejarah dan karakter kota lama Depok.
Copyrights © 2024