Artikel ini berfokus untuk membahas literasi digital di SD Bala Keselamatan Porelea, yang dilakukan oleh para guru dan juga nantinya akan melihat peran penting orang tua. Dalam tulisan ini juga akan dibahas tentang pemikiran filsafat pendidikan Nicolaus Driyarkara. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pentingnya literasi digital, apalagi jika berhadapan dengan konteks ambivalen dunia digital (yang di satu sisi mendatangkan begitu banyak kemudahan, namun di sisi lain juga terdapat bahaya-bahaya yang menyertainya). Dan akan menjelaskan gagasan “pemanusiaan manusia muda” oleh Nicolaus Driyarkara sebagai basis penting untuk melihat bahwa peran guru dan orang tua perlu terlibat dalam membimbing dan menuntun anak. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini ialah kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka dan wawancara terhadap beberapa guru di SD Bala Keselamatan Porelea. Temuan dalam tulisan ini adalah bahwa literasi digital kepada anak didik telah dilakukan oleh para guru, namun perlu terus menerus dilakukan artinya dalam keluarga orang tua juga harus terlibat, dalam mendidik anaknya agar punya kemampuan dan kecakapan tertentu. Sehingga basis filsafat pendidikan Driyarkara sebagai pemanusiaan manusia muda menjadi mungkin dalam konteks dunia digital seperti saat ini.
Copyrights © 2024