Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah gangguan metabolik yang membutuhkan manajemendan perawatan secara mandiri guna untuk mencegah terjadinya komplikasi mikrovaskulerdan makrovaskuler. Gangguan perfusi pada kaki kerap muncul sebagai tanda gejala awalterjadinya luka pada ekstremitas bawah. Buerger Allen Exercise disebut sebagai sistemlatihan untuk insufisiensi aliran darah arteri pada ekstremitas bawah dengan mengandalkanmuscle pump dan gaya gravitasi untuk meningkatkan perfusi perifer. Tujuan penelitianini adalah mengetahui pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap peningkatan perfusiekstremitas bawah pada neuropathy perifer diabetes melitus tipe 2. Metode penelitianyang dilakukan yakni pre eksperimen dengan dengan one group pretest dan posttest.Teknik pemilihan sampel yang digunakan yakni purposive sampling dengan jumlah 15responden. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon dan Paired T Test. Instrumen yangdigunakan yakni lembar observasi, sphygmomanometer dan doppler vaskuler. Hasil ujiunivariat didapatkan nilai rata-rata ABI sebelum intervensi pada kaki kiri 0,96 dan kakikanan 1,00, sementara itu setelah diberikan intervensi didapatkan pada kaki kiri 0,96dan kaki kanan 1,11. Hasil uji bivariat didapatkan terdapat nilai ABI kaki kiri adalahp=0,000< 0,05 dan Kaki kanan adalah p=0,003 < 0,05, hal ini menunjukan adanyaperbedaan nilai ABI pada ekstremitas bawah sebelum dan sesudah intervensi (p-value<0.05). Pelaksanaan Buerger Allen Exercise dapat dilakukan di rumah sakit denganinterval waktu yang sudah dijadwalkan oleh perawat sebagai pencegahan komplikasiakibat penurunan perfusi pada ekstremitas bawah.
Copyrights © 2024