Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya
Vol 5 No 2 (2024): Lani: Jurnal Kajian Sejarah Dan Budaya

Selayang Pandang Upacara Adat Karia (Pingitan) Dalam Masyarakat Muna

Harnisa, Susi (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2024

Abstract

Abstrak: Upacara adat Karia, atau yang dikenal sebagai pingitan, adalah salah satu tradisi penting dalam masyarakat Muna yang memiliki nilai kultural dan spiritual yang mendalam. Upacara ini melibatkan proses isolasi sementara bagi perempuan yang telah memasuki usia dewasa sebagai simbol transisi menuju kedewasaan dan persiapan memasuki kehidupan sosial yang lebih luas. Dalam masa pingitan, para perempuan menjalani serangkaian ritual dan pembelajaran yang bertujuan untuk memperkuat karakter, pengetahuan tentang adat istiadat, serta nilai-nilai kehidupan yang dianut masyarakat Muna. Karia tidak hanya menekankan persiapan fisik dan mental, tetapi juga dimaknai sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, upacara ini mempererat ikatan sosial dalam masyarakat Muna, karena melibatkan partisipasi keluarga besar dan tokoh adat. Sebagai simbol kearifan lokal, Karia turut memperkuat identitas budaya dan rasa kebersamaan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran selayang pandang tentang upacara Karia dalam masyarakat Muna, menyoroti peran dan signifikansi budaya serta fungsinya dalam mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah perubahan sosial. Kata kunci: Adat, Karia, Masyarakat Muna Abstract: The Karia ceremony, also known as seclusion, is an important tradition in Muna society with deep cultural and spiritual significance. This ceremony involves a temporary isolation process for young women who have reached adulthood as a symbol of their transition to maturity and preparation for entering a broader social life. During the seclusion period, the young women undergo a series of rituals and lessons aimed at strengthening their character, knowledge of customs, and life values upheld by the Muna community. Karia emphasizes not only physical and mental preparation but is also seen as a means of preserving cultural values passed down through generations. Additionally, this ceremony strengthens social bonds within Muna society, as it involves the participation of extended families and traditional leaders. As a symbol of local wisdom, Karia also reinforces cultural identity and a sense of togetherness. Thus, this study provides an overview of the Karia ceremony in Muna society, highlighting its role, cultural significance, and function in maintaining local values amidst social change. Keywords: Adat, Karia, Muna People

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

lani

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Lani: Jurnal Kajian Ilmu sejarah & Budaya menerima artikel asli mengenai berbagai masalah penting dalam ilmu pengetahuan Sejarah, Pendidikan Sejarah, Antropologi dan Sosiologi. Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah & Budaya berupaya memuat campuran seimbang artikel mengenai penelitian teoretis atau ...