Matematika dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Etnomatematika hadir sebagai jembatan antara matematika dan budaya, khususnya dalam pembelajaran matematika. Salah satu budaya yang dapat digunakan sebagai objek pembelajaran etnomatematika adalah permainan tradisional. Permainan tradisional tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan edukasi dalam melatih kecakapan berpikir dan berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terkandungdalam permainan tradisional bekel dan kelereng pada masyarakat Maluku Tengah, khususnya di Desa Selamon. Penelitian ini menggunakan desain penelitian etnografi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional bekel dan kelereng mengandung unsur matematika pada komponen permainan, aturan permainan,dan bentuk permainan. Permainan tradisional bekel dankelereng dapat menjadi sumber pembelajaran matematika yang bermakna dan dapat digunakan sebagai perantara dalam mengubah gaya berpikir realistis menjadi konsep yang abstrak. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi upaya dalam melestarikan budaya, khususnya permainan tradisional, agar tidak hilang akibat kemajuan teknologi dan pengaruh global.
Copyrights © 2024