Kasus Pernikahan Dini di lingkungan Sekolah Bangka Belitung terkini semakin terus meningkat terutama di kalangan pelajar. Hal ini dilatar belakangi oleh berbagai faktor, baik faktor ekonomi, budaya, bahkan Pendidikan. Untuk mencegah secara dini terkait kasus pernikahan tersebut, maka pemerintah perlu terlibat menangani kasus ini. Pemerintah melalui Kementerian Agama menawarkan solusi dengan menghadirkan program direktif kementerian agama dalam upaya preventif kasus pernikahan dini di lingkungan sekolah Bangka Belitung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan informan sebanyak tujuh orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi program direktif Kementerian Agama dalam upaya preventif kasus pernikahan dini di lingkungan sekolah Bangka Belitung belum berjalan dengan optimal karena masih terdapat kendala dalam setiap variabelnya seperti; variable komunikasi dengan indikator kejelasan dan konsistensi, variable sumber daya dengan indikator kualifikasi dan sumber daya anggaran, dan variable disposisi dengan indikator pemberian insentif, serta variable struktur birokrasi yaitu dengan indikator Standard Operational Procedure.
Copyrights © 2024