Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan latar belakang SES dan gender dengan kemampuan literasi dan numerasi anak usia 6-12 tahun di Indonesia. Menggunakan metode statistik deskriptif dan multiple linear regression, penelitian ini menelusuri hubungan antara hasil asesmen literasi dan numerasi dengan berbagai variabel SES dan gender. Data ini diperoleh menggunakan asesmen Pengukuran Mandiri Literasi dan Numerasi PSPK (PEMANTIK) dari 20.523 anak yang tersebar di 21 provinsi dan 79 kabupaten/kota. Hasil menunjukkan bahwa bahwa latar belakang pendidikan dan pekerjaan orang tua, terutama ayah, memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi dan numerasi anak. Selain itu, kemampuan numerasi anak laki-laki lebih tinggi di usia sekolah pada laki-laki ketimbang perempuan, sedangkan kemampuan literasi anak perempuan di usia sekolah dasar lebih tinggi ketimbang anak laki-laki. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi yang disesuaikan berdasarkan latar belakang SES dan gender, khususnya pada tingkat sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak sebagai pondasiĀ pendidikan anak di masa yang akan datang.
Copyrights © 2024