Pesatnya peningkatan permintaan minyak sawit secara global telah menyebabkan intensifikasi perkebunan kelapa sawit. Sebagian besar pengelola perkebunan sawit di provinsi oleh masyarakat kecil. Tujuan penelitian ini adalah menghitung produksi dan jumlah limbah kelapa sawit yang dihasilkan pada perkebunan yang dikelola masyarakat. Data sekunder perkebunan sawit rakyat dari Badan Pusat Statistik (BPS) digunakan untuk menghitung jumlah limbah dan memprediksi jumlah limbah sawit. Metode prediksi menggunakan time series modeller method dengan bantuan SPSS 23. Analisis data menggunakan statistika deskriptif untuk menghitung jumlah limbah. Analisis data menggunakan statistika inferensial dalam meramalkan jumlah limbah sawit hingga tahun 2035. Terdapat trend peningkatan secara signifikan produksi dan limbah sawit dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata limbah sawit meliputi tandan kosong 3,1 juta ton, cangkang 0,9 juta ton, fiber 2,1 juta ton, pelepah 15,9 juta ton dan batang 98,9 juta ton. Peningkatan limbah sawit akan terus terjadi akan sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah untuk lingkungan yang berkelanjutan. Maka, semua praktisi termasuk pendidikan dapat mengambil peran dalam penguatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah kelapa sawit di provinsi riau
Copyrights © 2024