Meningkatkan produktivitas tanaman padi merupakan kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satu hambatan utama dalam pertanian padi adalah serangan tikus (Rattus argentiventer), yang menjadi hama paling berbahaya dengan kerusakan yang signifikan. Kelompok mitra menghadapi kegagalan panen lebih dari 50% karena beberapa faktor, antara lain kurangnya pengendalian tikus secara menyeluruh, pemupukan tanah yang tidak optimal, kurangnya sanitasi lingkungan yang berkelanjutan, serta absennya manajemen risiko kegagalan panen. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui penerapan pengendalian hama terpadu dalam rangka mendukung pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi padi di Subak Uma Jero, Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli. Metode yang digunakan dalam program ini adalah transfer pengetahuan berbasis participatory action program. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah pelatihan dan pendampingan dalam pengendalian hama tikus dengan rodentisida nabati, perbaikan kesuburan tanah dengan pupuk organik, penerapan sanitasi lingkungan, serta manajemen risiko kegagalan panen. Program pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan mitra dengan prinsip green economy yang tidak hanya menekankan pada keberlanjutan, tetapi juga pertumbuhan inklusif, di mana pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan
Copyrights © 2024