Terjemahan adalah proses pengalihan teks dari bahasa sumber (BSu) ke bahasa sasaran (BSa) yang dapat mengandung kesalahan, baik pada aspek bentuk maupun makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan terjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam kelas terjemahan serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa tabel analisis dan lembar angket. Analisis data dilakukan berdasarkan teori bentuk versi Catford dan teori makna versi Simatupang. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang linguistik, padanan kata yang tepat, dan konteks budaya dalam penerjemahan. Terkait dengan faktor-faktor penyebab kesalahan terjemahan, ditemukan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menerjemahkan secara akurat. Kesulitan ini disebabkan oleh faktor internal, seperti keterbatasan kosakata dan pemahaman budaya, serta faktor eksternal, seperti manajemen waktu yang kurang optimal dan kesulitan dalam mengidentifikasi makna kompleks. Untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa berusaha memperluas kosakata, meningkatkan pemahaman budaya, dan mengembangkan keterampilan manajemen waktu. Meskipun demikian, kesulitan dalam mengidentifikasi makna kompleks masih tetap menjadi tantangan.
Copyrights © 2025