Pembelajaran berdiferesiasi menjadi solusi atas berbagai permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satunya berkaitan dengan pembelajaran mendeklamasikan puisi. Mayoritas peserta didik merasa kesulitan, takut, dan tidak memiliki kepercayaan diri ketika mendeklamasikan puisi. Terdapat berbagai faktor yang melatarbelakanginya, baik faktor internal maupun eksternal. Pendidik perlu memahami kondisi ini dan memberikan solusi melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran pembelajaran berdiferensiasi dalam mengatasi stigma kesulitan mendeklamasikan puisi. Diferensiasi yang dilakukan berupa diferensiasi proses dan produk. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan dalam mengatasi stigma kesulitan mendeklamasikan puisi. Pada siklus pertama peserta didik yang berada pada kategori “kurang” mencapai 43 persen, kategori “cukup” 37 persen, kategori baik “20 persen”, dan tidak ada peserta didik yang berada pada kategori “sangat baik” (0 persen). Pada siklus kedua terjadi perubahan hasil yaitu pada kategori “kurang” mengalami penurunan sehingga menjadi 6 persen, kategori “cukup” 14 persen kategori “baik” 37 persen dan kategori “sangat baik” mengalami peningkatan menjadi 43 persen. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi telah mampu mengatasi stigma kesulitan mendeklamasikan puisi dengan memenuhi kebutuhan belajar sesuai karakteristik peserta didik.
Copyrights © 2025