Di penghujung tahun 2023, Indonesia dikejutkan dengan meletusnya Gunung Marapi yang ada di Sumatra Barat. Gunung ini termasuk dalam salah satu kategori gunung berapi yang masif aktif di Indonesia dengan aktivitas vulkaniknya yang mengeluarkan partikel-partikel vulkanis ke atmosfer. Kondisi ini tentunya akan berdampak terhadap stabilitas atmosfer disekitarnya. Penilitian ini bertujuan menganalisa dan membandingkan profil vertikal stabilitas atmosfer pada periode dengan intesitas vulkanik yang kuat/masif dengan periode dimana intensitas vulkanik dari Gunung Marapi yang kurang signifikan. Penelitian ini juga memanfaatkan hasil citra satelit TROPOMI untuk mengetahui intensitas vulkanik dari sebaran dan kosentarasi SO2 yang terekam satelit. Profil vertikal stabilitas atmosfer didapat dari hasil olahan data Radiosonde di Bandara Minagkabau Padang dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi stabilitas atmosfer bersifat labil bersyarat berdasarkan nilai lapse rate dan untuk profil vertikal atmosfer menunjukkan adanya peningkatan ketinggian dan nilai dari parameter selama periode masif tersebut, seperti Lifting Condensation Level (LCL), Convective Condensation Level (CCL), Equilibrium Level (EL), ketinggian tropopause, dan precipitable water. Namum berkebalikan dengan Relative Humidity (RH) dimana intesitas vulkanik yang kuat/masif menyebakan penurunan kelembapan relatif.
Copyrights © 2024