Indonesia menghadapi tiga beban malnutrisi: gizi kurang, kelebihan gizi (overnutrition), dan defisiensi mikronutrien. persoalan kekurangan gizi sering kali berkaitan erat dengan perilaku individu dan keluarga dalam hal pola makan, asupan gizi, serta praktik pemberian makan yang tidak memadai. Pendekatan penyuluhan yang sensitif gizi menjadi penting untuk dilakukan, karena penyuluhan adalah ilmu dan praktek yang bisa menjelaskan dan mengupayakan transformasi perilaku manusia guna mencapai Indonesia emas dengan investasi modal manusia yang sehat dan unggul. Penyuluhan bertujuan mengubah perilaku manusia berdasarkan konsep tertentu dengan menerapkan inovasi ilmiah dan teknologi (unsur perubahan yang diinginkan) melalui penyebaran informasi kepada masyarakat. Dalam konteks penyuluhan gizi, penyuluhan menggunakan prinsip dan metode penyuluhan untuk menyampaikan informasi atau inovasi gizi kepada masyarakat yang menjadi target, dengan tujuan memperkuat ketahanan gizi (mengurangi kekurangan gizi) dan, pada akhirnya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat (status gizi). Untuk diperlukan kebijakan yang tepat yang dapat mengakomodir penyuluhan sensitif gizi secara baik pada ranah implementasi atau praktek.
Copyrights © 2024