Perubahan iklim dan urbanisasi yang pesat telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan di wilayah perkotaan Indonesia, termasuk banjir dan pengelolaan sampah organik. Artikel ini membahas implementasi teknologi biopori sebagai solusi untuk kedua masalah tersebut di Kelurahan Limbungan Baru, Kota Pekanbaru. Program pengabdian masyarakat ini berlangsung selama 40 hari, melibatkan sosialisasi, pelatihan, implementasi 50 lubang biopori, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas resapan air sebesar 35% dan pengelolaan 1 ton sampah organik per bulan. Partisipasi masyarakat mencapai 85% dalam kegiatan sosialisasi, dengan 60% terlibat aktif dalam pembuatan biopori. Survei menunjukkan 75% warga merasa puas dengan program ini dan 80% melaporkan pemahaman yang lebih baik tentang konservasi lingkungan. Tantangan utama adalah menjaga konsistensi perawatan biopori, yang diatasi melalui pembentukan kelompok masyarakat peduli biopori. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi risiko banjir, dan memperbaiki pengelolaan sampah organik di Kelurahan Limbungan Baru.
Copyrights © 2024