Siswa dapat mengalami kegagalan dalam hasil belajar jika model pembelajaran yang dipilih tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan pemahaman siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kota Manado tentang mata pelajaran Fisika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain eksperimen semu (quasi eksperimen) dan desain posttest. Penelitian ini melibatkan 60 siswa yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen, yang mengikuti pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing, dan kelompok kontrol, yang menerima pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. Hasil analisis uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam prestasi siswa antara kedua kelompok tersebut, menunjukkan bahwa pencapaian siswa di kelompok eksperimen tidak sebanding dengan pencapaian siswa di kelompok kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing secara signifikan lebih berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang fisika jika dibandingkan dengan pembelajaran berbasis masalah.
Copyrights © 2024