AbstrakKecamatan Ngabang merupakan salah satu induk dari kota kabupaten Landak yang mengalami berbagai perkembangan dalam berbagai sektor. Adanya perkembangan di berbagai sektor membuat aktivitas masyarakat bertambah dan peningkatan jumlah hasil buangan makin meningkat. Buangan sampah ini kebanyakan dihasilkan dari kegiatan domestik/ rumah tangga yang mana pada tahun 2022 jumlah estimasi timbulan 32,2 ton/perhari. Jumlah unit yang dimiliki Kecamatan Ngabang yaitu truk angkut 9 unit dan TPS kontainer 13 unit. Pengelolaan sampah Kecamatan Ngabang dirasakan belum efektif karena masih adanya penumpukkan sampah di sekitar TPS karena kepenuhan. Adanya permasalahan tersebut maka penelitian ini diangkat bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis kelayakan sistem serta unit pengelolaan sampah dalam menunjang timbulan sampah yang ada di Kecamatan Ngabang. Kebutuhan unit diproyeksikan menggunakan rumus geometrik, ketersediaan daya tampung TPA ditinjau dengan jumlah timbulan sampah. Hasil analisis kebutuhan TPS/kontainer diketahui total kebutuhan tahun 2024 sebanyak 26 unit dan kebutuhan truk angkut sampah sebanyak 17 unit. Analisis ketersediaan kapasitas TPA dalan jangka waktu 20 tahun kedepan diketahui hasil bahwa ketersediaan daya tampung TPA masih dapat menampung timbulan sebanyak 61.533,33 m3. Hasil dari kajian diketahui bahwa adanya penumpukkan sampah kecamatan Ngabang dikarenakan ketersediaan unit pengelolaan sampah yang masih kurang serta belum dapat menunjang timbulan sampah yang ada. Kata kunci: kebutuhan unit, pengelolaan sampah, proyeksiAbstractNgabang sub-district is one of the main cities of Landak district, which has experienced various developments in various sectors. The development in various sectors has increased community activities and increased the amount of waste products. This waste is mostly generated from domestic/household activities, which in 2022 will generate an estimated 32.2 tons/day. The number of units owned by Ngabang Sub-district are 9 haul trucks and 13 container TPS. Waste management in Ngabang Sub-district is not effective because there is still accumulation of waste around TPS due to fullness. The existence of these problems, this study aims to identify problems and analyze the feasibility of waste management systems and units in supporting waste generation in Ngabang Sub-district. Unit needs are projected using the geometric formula, the availability of landfill capacity is reviewed by the amount of waste generation. The results of the analysis of TPS/container needs showed that the total need in 2024 was 26 units and the need for garbage trucks was 17 units. Analysis of the availability of landfill capacity in the next 20 years shows that the availability of landfill capacity can still accommodate 61,533.33m3 of waste. The results of the study show that the accumulation of waste in the Ngabang sub-district is due to the availability of waste management units that are still lacking and have not been able to support the generation of waste. Keywords: Unit Requirements, Waste Management, Projection
Copyrights © 2024