Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran public relations (PR) dalam membangun kembali reputasi Sec Bowl setelah menghadapi kontroversi publik terkait kebersihan. Kasus ini berawal dari video viral yang menunjukkan staf Sec Bowl mencuci peralatan masak di toilet, yang memicu reaksi negatif dari pelanggan dan menurunkan penjualan secara signifikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, memanfaatkan literatur dan berita yang relevan sebagai sumber data. Analisis deskriptif dilakukan untuk memahami strategi PR yang diterapkan dalam krisis ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sec Bowl menerapkan empat bentuk komunikasi krisis untuk memperbaiki reputasi: komunikasi informatif dengan memberikan transparansi terkait langkah perbaikan, komunikasi persuasif melalui umpan balik pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan, komunikasi koersif dengan pelatihan ulang serta penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebersihan di semua cabang, dan terakhir hubungan manusia dengan memberikan klarifikasi, permintaan maaf, serta langkah-langkah yang diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Hasil penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi perusahaan dalam menangani krisis serupa melalui pendekatan PR yang strategis. Strategi ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan konsumen dan memperbaiki persepsi publik terhadap merek Sec Bowl di Indonesia.
Copyrights © 2024