Kegiatan nelayan pukat dapat berhubungan dengan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) dikarenakan pada pekerjaan ini sering melakukan gerakan repetitif dan tidak alami. Hal ini bisa menyebabkan cedera pada otot, sendi, dan tulang. Berdasarkan hasil wawancara terhadap enam nelayan, didapatkan keluhan yang dirasakan oleh nelayan saat melakukan aktivitas memukat, seperti nyeri pada bahu, jari-jari tangan, betis, dan pinggang.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian postur kerja pada nelayan pukat menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling pada 40 nelayan pukat di Nagari Taluk Kecamatan Batang Kapas. Teknik pengumpulan data penelitian dengan cara observasi menggunakan aplikasi Angulus. Analisa data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan penilaian postur kerja terhadap 40 nelayan pukat dengan menggunakan metode REBA pada nelayan pukat memiliki risiko tinggi dengan skor 8-10 sebanyak 26 nelayan (65%). Dapat disimpulkan bahwa postur kerja nelayan pukat memiliki risiko tinggi yang dilakukan setiap hari. Disarankan kepada nelayan agar memastikan posisi punggung tetap lurus saat bekerja dan gunakan kaki untuk menambah kekuatan serta kepada Wali Nagari Taluk agar memfasilitasi pengembangan alat penarik mekanik (winch) untuk mengurangi beban kerja fisik pada nelayan pukat. Keywords: MSDs, Nelayan, Postur kerja, REBA, Risiko
Copyrights © 2024