Konstruksi bangunan atau proyek konstruksi memiliki beberapa karakteristik unik. Ini termasuk tempat kerja di luar ruangan yang rentan terhadap cuaca, jangka waktu pekerjaan konstruksi terbatas, pekerja yang belum terlatih, penggunaan peralatan yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan kerja, dan pekerjaan yang sangat membutuhkan tenaga. Karena karakteristiknya yang unik, industri jasa konstruksi sangat rentan terhadap kecelakaan fatal.Tujuan dari sosialisai tentang K3 ini untuk meminimalisir tingkat kecelakaan kerja khususnya di bidang jasa konstruksi. Suatu sistem manajemen K3 yang diatur dan dapat digunakan oleh konsultan, kontraktor, dan pekerja konstruksi diperlukan untuk mengurangi kerugian yang terjadi selama proyek konstruksi.Sosialisasi K3 ini dilakukan pada Perusahaan jasa konstruksi PT.Kembar Jaya Karya -Banyuwangi yang mempunyai 370 karyawan. Selama proyek konstruksi, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat memastikan bahwa operasinya akan terus memenuhi persyaratan hukum dan kebijakan yang berlaku serta membantu mencapai Nilai Kecelakaan dan Kerugian Nihil, yang merupakan faktor penting dalam keberhasilan proyek. Angka kecelakaan kerja yang tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih sering diabaikan.
Copyrights © 2024