The ability to captivate and bind readers' hearts with the sentences presented needs to be mastered by prose writers. A single sentence with a transitive verb predicate can be used to present short story works of fiction. The aim of this research is to describe the role of syntax in single sentences with transitive verbs in the best short stories on cerpenmu.com. Theories about syntactic roles from Fillmore (1968), Ramlan (1987), Sudaryanto (1987), Mastoyo (1993), Damaianti & Sitaresmi (2005) as well as theories about transitie verbs from Damaianti & Sitaresmi (2005), Chaer (2009), and Moeliono et al. (2017), will be used by researchers to achieve research objectives. This research is qualitative research. Data collection was carried out using the technique of listening to language use in short stories. Data analysis was carried out using the agih method and the matching method. The results of data analysis are presented using informal methods. Based on the analysis carried out, it was found that there were 29 variations in syntactic roles in 60 sentences. The largest variations in syntactic roles are Actor–Action–Sufferer with 16 sentences; second position, Time–Doer–Action–Sufferer number 5 sentence; and third position, Experience–Condition–Sufferer and Experience–Condition–Result, each with 3 sentences. The syntactic role variations are under three sentences, namely 8 syntactic role variations of 2 each and 17 syntactic role variations of only 1 sentence each. There is a tendency for authors to prioritize human characters as actors and experiences in an activity or event.Kepiawaian memikat dan mengikat hati pembaca dengan kalimat yang disajikan perlu dikuasai oleh pengarang prosa. Kalimat tunggal dengan predikat verba transitif dapat digunakan untuk menyajikan karya fiksi berjenis cerpen. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan peran sintaksis dalam kalimat tunggal berpredikat verba transitif dalam cerpen terbaik di cerpenmu.com. Teori tentang peran sintaksis dari Fillmore (1968), Ramlan (1987), Sudaryanto (1987), Mastoyo (1993), dan Damaianti & Sitaresmi, (2005) serta teori tentang verba transitif dari Damaianti & Sitaresmi (2005), Chaer (2009), dan Moeliono et al. (2017) akan peneliti manfaatkan untuk mencapai tujuan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik penyimakan pemakaian bahasa pada cerpen. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan adanya 29 variasi peran sintaksis dalam 60 kalimat. Variasi peran sintaksis terbanyak yaitu Pelaku–Perbuatan–Penderita asejumlah 16 kalimat; posisi kedua, Waktu–Pelaku–Perbuatan–Penderita sejumlah 5 kalimat; dan posisi ketiga, Pengalam–Keadaan–Penderita dan Pengalam–Keadaan–Hasil, masing-masing sejumlah 3 kalimat. Variasi peran sintaksis di bawah tiga kalimat, yaitu 8 variasi peran sintaksis masing-masing 2 kalimat dan 17 variasi peran sintaksis masing-masing hanya 1 kalimat. Ada kecenderungan pengarang mengedepankan tokoh insani sebagai pelaku dan pengalam dalam suatu aktivitas atau peristiwa.
Copyrights © 2024