Sundanese is one of Indonesia's regional languages with its own characteristics that distinguish it from other languages. One of these characteristics can be seen from the use of affirming particles. This study aims to describe the form, meaning, and tendency of Sundanese affirming particle usage patterns. This research uses a descriptive qualitative method and a corpus linguistic analysis approach. This research data is Sundanese LCC corpus data consisting of 3,257,544 tokens and 95,133 word types. The corpus data was obtained from the CQPweb page at Lancaster. The data analysis method in this research consists of five stages: determining the corpus, determining keywords, classifying data, presenting data, and concluding research results. There are three main findings in this study. First, ‘ogé’, ‘téh’, and ‘mah’ are the most frequently used affirming particles in sentences. Second, affirming particles are often used to emphasize subjects and adverbs. However, only ‘ogé’ and ‘baé’ can be used with all word classes. At least this study found 27 different patterns in the use of Sundanese-affirming particles. Third, each Sundanese-affirming particle has a different meaning. Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang memiliki kekhasan tersendiri yang membedakan dengan bahasa lain. Kekhasan tersebut salah satunya dapat dilihat dari penggunaan partikel penegas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan kecenderungan pola penggunaan partikel penegas bahasa Sunda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan analisis linguistik korpus. Data penelitian ini merupakan data korpus LCC Sundanese yang terdiri atas 3.257.544 token dan 95.133 jenis kata. Data korpus diperoleh dari laman CQPweb at Lancaster. Adapun metode analisis data dalam penelitian ini terdiri atas lima tahap, yaitu penentuan korpus, penentuan kata kunci, klasifikasi data, penyajian data, dan penyimpulan hasil penelitian. Ada tiga temuan utama dalam penelitian ini. Pertama, ogé, téh, dan mah adalah partikel penegas yang paling sering digunakan dalam kalimat. Kedua, partikel penegas sering digunakan untuk menegaskan subjek dan keterangan. Namun, hanya partikel ogé dan baé yang dapat digunakan bersama semua kelas kata. Sekurang-kurangnya, penelitian ini menemukan 27 pola yang berbeda dalam penggunaan partikel penegas bahasa Sunda. Ketiga, setiap partikel penegas bahasa Sunda memiliki makna yang berbeda.
Copyrights © 2024