Pembangunan pertanian di Indonesia sangat penting untuk ketahanan pangan, terutama di daerah padat penduduk seperti Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), memberikan penyuluhan tentang budidaya tanaman hortikultura, dan mengevaluasi peningkatan pengetahuan mereka. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan Focus Group Discussions (FGD), serta pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil FGD mengidentifikasi tantangan utama seperti kurangnya pengetahuan budidaya, frekuensi pertemuan yang rendah, dan keterbatasan lahan. Penyuluhan dilaksanakan pada 30 Juli 2024 dan melibatkan 11 anggota KWT, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 69% pada pre-test menjadi 87% pada post-test, dengan signifikansi P=0,02. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam merancang program penyuluhan yang lebih efektif di masa mendatang
Copyrights © 2024