Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usaha coffee shop serta menentukan dan menyusun strategi pemasaran yang tepat dan dapat diterapkan oleh coffee shop agar usahanya dapat bertahan di masa pasca pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain kualitatif dan jenis penelitian studi kasus di Backspace Coffee & Eatery di Jatinangor, penentuan informan dilakukan dengan sengaja (purposive). Informan kunci pada penelitian ini ada 3, yaitu owner, supervisor, dan staff coffee shop. Analisis data menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang memadai dan menunjang kenyamanan konsumen merupakan kekuatan internal terbesar sedangkan jumlah produksi makanan dan minuman pasca pandemi merupakan kelemahan terbesar coffee shop. Feedback konusmen merupakan peluang terbesar sedangkan pesaing coffee shop yang berjamur atau pendatang baru dengan bisnis yang sama merupakan ancaman terbesar coffee shop. Berdasarkan matriks IE, coffee shop ini berada pada sel V, yaitu posisi hold and maintain dengan melakukan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Berdasarkan matriks SWOT dan QSPM, didapatkan bahwa strategi paling utama adalah pemasaran digital dan kolaborasi mitra lokal dengan nilai TAS sebesar 5,368.
Copyrights © 2024