Penampilan fisik yang dibentuk oleh media sosial telah menjadi fenomena yang signifikan dalam kehidupan sosial masyarakat modern. Media sosial, sebagai platform yang mendominasi interaksi sosial, sering kali mempromosikan standar kecantikan yang tidak realistis melalui gambar dan konten yang diunggah oleh pengguna, termasuk influencer dan selebriti. Penggunaan filter dan aplikasi pengeditan foto semakin memperkuat citra ideal yang sering kali tidak mencerminkan kenyataan, menciptakan tekanan bagi individu untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Metode penelitian yang kami gunakan adalah pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat mengenai penampilan fisik dan dampaknya dalam konteks sosial di Kota Malang. Pendekatan kualitatif dipilih karena memberikan kesempatan untuk menggali pengalaman, pemikiran, dan sudut pandang individu yang tidak dapat diukur dengan angka-angka kuantitatif. Penelitian ini juga mencatat perubahan nilai dan norma sosial yang terjadi akibat pengaruh media sosial, yang dapat mengubah cara masyarakat menilai dan berinteraksi dengan satu sama lain. Kesadaran akan dampak negatif ini sangat penting untuk membantu individu menerima diri mereka sendiri dan mengurangi tekanan sosial yang dihasilkan oleh media sosial.
Copyrights © 2025